Usaha Hilya Zahiro Berbuah Manis dengan Setoran 30 Juz

0
35
Desain gambar oleh 24Media

Sore itu suasana masjid Imam Syafi’I PPTQ Darul Fikri Sarirogo terlihat berbeda. Seluruh santriwati tidak langsung meninggalkan masjid untuk pulang menuju asrama. Mereka terlihat masih duduk rapi di shaf-shaf solat. Mereka sangat menantikan acara setoran terakhir hafalan 30 juz teman mereka, Hilya Zahiro.

Hilya Zahiro adalah  santri Dafi ke 85 yang berhasil khatam setoran 30 Juz pada 29 November 2019. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara bapak Farikh Marzuki. Ia adalah anak yang ceria, supel dan fokus pada mimpinya untuk menjadi hafidzoh.

Hilya mengatakan bahwa ia sangat senang bisa menyelesaikan setoran hafalan 30 juznya. Ia menjelaskan panjangnya proses yang harus ia jalani sehingga bisa menjadi hafidozh. “Setelah lulus SD saya sempat melanjutkan sekolah di salah satu ma’had hingga hafal 10 Juz. Tapi saya ingin bisa memperoleh nilai akademik dan hafal 30 juz. Akhirnya saya memutuskan untuk masuk di SMP Darul Fikri. Di Dafi inilah impian saya terwujud. Bisa menyelesaikan hafalan 30 juz dan tetap bisa mengejar nilai akademis” terang Hilya.

Hilya menjelaskan tips dan triknya dalam menghafalkan Alquran. “Saya membagi setiap halaman Alquran menjadi tiga bagian. Setiap bagian saya hafalkan pelan-pelan. Saya ulang bagian-bagian halaman tersebut hingga saya bisa lancar dalam setoran hafalan. Begitulah metode yang saya gunakan. Saya lakukan cara itu setiap hari hingga saya bisa menghafal 30 juz.

Ustaz Basuki Rakhmad selaku Kepala Sekolah SMP Dafi mengaku bangga dengan pencapaian santriwati yang bercita-cita ingin menjadi apoteker itu. Ustaz Basuki berpesan agar Hilya bisa segera memutqinkan hafalanya. “klo bisa kelas 10 nanti mbak Hilya sudah mutqin hafalannya. Semua itu mungkin tercapai jika mbak Hilya sudah pasang target dari sekarang” ungkap Ustaz Basuki disela-sela sambutan.

Bapak Farikh Marzuki selaku orang tua Hilya pun merasa sangat bangga. Bapak Farikh berpesan agar adek-adek Hilya bisa segera mengikuti jejak Hilya untuk menjadi penghafal Alquran. “Jika Mbak Hilya Bisa, adek-adek kelas mbak Hilya juga pasti bisa jadi hafidzoh. Semoga santri-santri Dafi bisa menjadi keluarga Allah dan dimudahkan dalam menghafal Alquran” ungkap Bapak Farikh yang diikuti suara Amin panjang dari santriwati Dafi.

Disinggung soal rencana dan cita-cita ke depan, Hilya menjelaskan keinginanya untuk istiqomah dalam menjaga hafalannya. Selain itu, ia juga ingin memahami dan mengamalkan seluruh isi Alquran. “Semoga dengan begitu saya bisa menjadi keluarga Allah dan bisa berkumpul besama di surga”, pungkas Hilya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here