MUTIARA HADITS 5 Juni 2020: KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

0
643

Oleh: Saifuddin Yahya, Lc

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (الأحقاف : 15)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”.”

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat di atas:
1. Allah berwasiat kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tua mereka dengan sebaik-baiknya khususnya kepada ibu.

* Dan diantara hikmah ayat ini menggunakan kata (والدين) dan tidak menggunakan kata (أبوين) padahal makna umumnya sama yaitu kedua orang tua adalah:

Setiap ayat yang memerintahkan untuk berwasiat berbuat baik, mendoakan, dan meminta ampunan kepada Allah adalah tertuju kepada ibu dengan menggunakan kata (والدين) karena kata tersebut dari akar kata (ولادة) yang berarti persalinan dan hal ini merupakan sifat khusus perempuan.
Adapun ayat yang berbicara tentang tanggung jawab, kepemimpinan dan pembagian harta waris tertuju kepada bapak dengan menggunakan kata (أبوين) karena kata tersebut dari akar kata (أبوة) yang berarti kebapaan dan hal ini sifat seorang bapak.
2. Pengorbanan seorang ibu yang luar biasa kepada anak mulai dari mengandung, melahirkan dan menyusui
3. Ayat ini menunjukkan bahwa masa kehamilan seorang ibu sampai melahirkan anak yang dikandungnya sekurang-kurangnya 6 bulan meskipun rata-rata 9 bulan. Karena total mengandung dan menyusui yang disebutkan didalam ayat adalah 30 bulan. Dengan rincian 24 bulan atau 2 tahun untuk menyusui dan 6 bulan sebelumnya adalah masa kehamilan sehingga total 30 bulan.
4. Anjuran memperbanyak doa diatas ketika seorang anak mencapai usia 40 tahun (hitungan hijriyah) dan berusaha untuk memperbaiki karakter/budi pekertinya sebelum usia 40 tahun. Ibnu Katsir menyatakan bahwa ketika seseorang berada dalam usia 40 tahun, maka sempurnalah akal, pemahaman dan kelemah lembutannya. (Tafsir Alquran Al-‘Azhim, 6:623)
5. Menjaga adab-adab kepada kedua orang tua diantaranya adalah:

  • Melaksanakan perintah keduanya selama tidak bertentangan dengan syariat islam
  • Berbicara yang baik & sopan kepada mereka
  • Menampakkan senyuman & ekspresi ceria di depan mereka
  • Memandang mereka dengan penuh kasih sayang & hormat
  • Segera memenuhi panggilan mereka
  • Tidak mengeluh & menggerutu
  • Bersikap tawadhu’ terhadap keduanya
  • Berusaha melayani & memenuhi kebutuhan mereka
  • Memberikan hadiah apa yang mereka suka
  • Mohon saran (bermusyawarah) dengan keduanya atas perkara yang kita hadapi
  • Mendengarkan & melaksanakan nasihat keduanya
  • Sabar atas tindakan keduanya yang mungkin kurang kita sukai
  • Tidak memperlihatkan ketidaksetujuan kita di depan meraka
  • Tidak mengungkit pemberian kita kepada mereka
  • Mengingatkan dengan cara yang terbaik apabila mereka melakukan kesalahan
  • Boleh bersenda gurau dengan mereka asalkan tidak berlebihan
  • Tidak bepergian kecuali dengan izin & ridho keduanya


Ayat Alquran & Hadist yang berkaitan dengan tema diatas:

1. Tetap berbakti kepada keduanya meskipun beda agama
وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ
: “ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”. QS Luqman:15
2. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan amalan utama
وعن ابن مسعود – رضي الله عنه – ، قال : سألت رَسُول اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أيُّ الأعْمَالِ أفْضَلُ ؟ قَالَ : (( الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا )) قلتُ : ثُمَّ أيٌّ ؟ قَالَ : (( بِرُّ الوَالِدَيْنِ )) قلتُ : ثُمَّ أيٌّ ؟ قَالَ : (( الجِهَادُ في سَبِيلِ اللهِ )) متفقٌ عَلَيهِ .
Dari Shohabat Abu Abdurrohaman bin Mas’ud ra ia berkata : “Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, ‘Apakah amal yang paling utama?’,Beliau menjawab: (( Sholat di Awal Waktu )). Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab : (( Berbakti kepada kedua orang tua )). Kemudian aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’. Beliau menjawab : (( Jihad di Jalan Alloh )). HR Muttafaqun ‘Alaih
3. Berbakti kepada orang tua merupakan peluang untuk mendapatkan syurga
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ ». صحيح مسلم
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda:“Sungguh merugi, Sungguh merugi, dan Sungguh merugi”. Ditanyakan (kepada beliau), “Siapa wahai Rosululloh?”. Beliau menjawab : “Yaitu orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya pada masa tua, namun ia tidak masuk surga.” HR Muslim

والله أعلم بالصواب
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh.
Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin
Hanya Allah-lah yang memberi taufik dan hidayah…
?????
•┈◎❅❀❦?❦❀❅◎┈•

? BIDANG DAKWAH
PONDOK PESANTREN TAHFIDZ ALQURAN DARUL FIKRI SIDOARJO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here