Kisah Liburanku di Bokori Island

0
159

Oleh: Khoirunnisa Sinta

Liburan ini menyenangkan untukku selain karena aku berlibur di tempat yang jarang sekali aku kunjungi, aku juga dapat bertemu keluarga dari bundaku. Pada hari kamis tepatnya tanggal 2 Januari 2020 aku berlibur ke Bokori Island yang letaknya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Untuk pergi ke tempat wisata ini, cukup banyak memakan waktu, sekitar 45 menit. Kami memarkirkan mobil di sekitar rumah warga dan pergi menyeberang dengan perahu yang modern. Setelah 15 menit lamanya berada di perahu akhirnya kami sudah berada di tempat tujuan, Bokori Island.

Saat kami tiba, Bokori Island sudah sangat ramai pengunjung karena memang pada dasarnya sekolah-sekolah  sedang libur panjang. Aku sangat suka dengan suasana pantai Bokori Island yang sejuk dengan angin  sepoi-sepoi di sekitarku. Kami sekeluarga memutuskan untuk mencari tempat yang pas menikmati suasana yang ada.

Kami memilih untuk berada di gazebo kayu yang memang sudah tersedia untuk pengunjung. Para orang tua di keluarga besarku duduk-duduk menikmati suasana tenang ini sedangkan aku dan sepupu-sepupuku berlarian diatas pasir putih dengan kerang-kerang yang unik bentuknya.

Kita mengumpulkan beberapa kerang yang lucu dan mencari bintang laut di sekitar pantai, “satu, dua, tiga, dan empat” ucap ku menghitung jumlah bintang laut yang ada. Sebenarnya masih banyak lagi bintang laut yang kami dapat tapi kami melepaskannya, kalau tidak mereka akan mati di daratan.

Setelah puas bermain di pantai, kakakku mengambil fotoku dan pemandangan indah dibelakangku sebagai kenang kenangan selama di kendari. Setelah itu, aku memutuskan untuk pergi makan di sekitar pantai. Di sana banyak sekali penjual-penjual makanan atau minuman sehingga kita tidak perlu khawatir tentang makanan.

Setelah makan, keluarga besarku berbincang-bincang tentang topik yang membuatku bosan. Pada akhirnya aku meninggalkan keluarga besarku dan melihat lebih jauh pantai Bokori Island ini.

Kakakku Vira ikut menemaniku. Aku rasa ia juga merasa bosan. Aku berlari disekitar pantai dan… “AWASSS!!!!” teriak kakakku. Aku berhenti melangkah dan diam sejenak menoleh kearahnya dan bertanya “apa?” ucapku, ternyata ada bulu babi. Bulu babi merupakan hewan dengan duri tajam disekitar tubuhnya. Duri hewan yang satu ini sangat berbahaya jika tertancap dikaki.

Setelah kejadian itu, aku melanjutkan berjalan dengan santai. Aku melihat ke arah wahana yang cukup menarik untuk dicoba. Namanya “Banana boat.” Aku memutuskan untuk mengajak keluargaku untuk menaiki wahana seru ini.

Setelah memohon beberapa kali Keluargakupun setuju dengan ajakanku. Tak lama setelah itu kami dapat giliran untuk menaiki wahana ini. Wahana ini merupakan wahana seru karna kita akan berada dalam pelampung besar dengan perahu modern sebagai penarik.

Aku dan kakakku heboh berteriak kegirangan. Sekitar 7-8 menit wahana ini menepikan pelampungnya untuk menurunkan kami di darat. Kami sekeluarga kembali lagi ke gazebo kayu tempat keluarga besarku berkumpul. Aku menceritakan seluruh keseruan yang aku rasakan pada saat naik banana boat.

Tepat jam 16.00 keluarga besarku memutuskan untuk  pulang beristirahat karena esok adalah hari terakhirku di kendari. Rasanya waktu begitu cepat berlalu. Belum-belum aku sudah mau pulang saja ke Gresik, Jawa timur.

Kami sekeluarga pergi ke rumah nenekku yang berada di kota lama Kendari. Kami bersantai dengan minum teh dan  memakan sukun goreng buatan kakekku. Waktu yang cocok untuk menikmati hujan di sore itu. Liburan kali ini sangat menyenenang. Kuharap liburan kalian juga sama menyenangkannya, itu saja pengalamanku di liburan kali ini.

Khoirunnisa Sinta Adalah Santri Putri Dafi kelas VIII D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here