Bukti Cinta Palestina, Santri Dafi Lakukan Pengalangan Dana

0
16

Suasana malam itu terasa sendu saat film dokumenter tentang kekejaman tentara Israel pada warga Palestina mulai diputar. Ada perasaan getir yang dirasakan seluruh santri putri Darul Fikri Sarirogo saat melihat serangan-serangan udara pesawat tempur Israel merusak puluhan bangunan rumah, sekolah, dan fasilitas umum. Mungkin mereka bisa membayangkan betapa menderita penduduk Palestina hidup di bawah penjajahan Israel.

Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP) mencatat serangan tentara Israel pada 12 – 14 Novermber 2019 telah mengakibatkan 34 orang tewas dan 111 luka-luka. Selain itu puluhan bangunan luluh lantak rata dengan tanah.

Qanita Najla selaku ketua Organisasi Intra Darul Fikri (OSIDAFI) merasa iba dan terpanggil untuk melakukan aksi solidaritas bagi bangsa Palestina. Qanita bersama-sama seluruh santri Dafi berencana melakukan aksi pengalangan dana selama 3 hari untuk rakyat Palestina.

Qanita menjelaskan gerakan solidaritas ini bertema “Dari Dafi untuk Palestina”. Mengapa ia dan teman-temannya mengusulkan tema itu. Ia menjawab “Bagi Kami warga Palestina adalah Saudara Kami. Kami tidak akan tinggal diam jika saudara kami disakiti”.

Tidak mau kalah dengan santri putri, Abdul Fatah M. selaku Ketua OSIDAFI putra juga melakukan penggalangan dana di pondok putra Dafi Anggaswangi. Bedanya, jika pondok putri mengandalkan nonton bareng film dokumenter tentang kekejaman tentara Israel, pondok putra melakukan penggalangan dana dengan menampilkan parade teatrikal kekejaman zionis Israel sebagai metode andalan. Hasilnya juga tidak mengecewakan. Santri-santri putra tergerak untuk mendonasikan sebagian uangnya.

Hasil dari penggalangan dana itu terkumpul total Rp.28.910.700. Ustazah Fiantinala selaku Waka Kesiswaan MA mengatakan akan menyalurkan hasil penggalangan ini melalui Dompet Quran Indonesia (DQ). “Kami telah lama menjalin kerja sama dengan DQ. Kami juga puas dengan pelayanan dan fasilitas DQ. Jadi kami juka akan mempercayakan penyaluran dana ini pada DQ”, terang Ustazah Fian.

Ustaz Sugiharto, Selaku Waka Kesiswaan SMP menjelaskan betapa pentingnya agenda ini untuk melatih kepekaan dan rasa empati para santri. “Selain pelatihan pengembangan pemikiran kita juga harus melatih rasa empati santri Dafi. Tujuannya jika nanti santri Dafi ada yang jadi pemimpin, ia bukan hanya pintar tapi juga punya hati nurani, terang Ustaz Sugi.

Ustaz Sugi menambahkan harapannya untuk warga Palestina. “Semoga setiap warga Palestina diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Kita hanya bisa mendoakan dan membatu sedikit dengan donasi ini” tutup Ustaz Sugi. (Iklas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here