Belajar Demokrasi Lewat Pemira

0
26
Tampak calon ketua OSIM periode 2019/2020

Sidoarjo – Masa bakti pegurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2018/2019 akan segera berakhir. Pemilihan Umum Raya (Pemira) dipersiapkan guna memilih pemimpin baru OSIS dan OSIM. Semua Santri Dafi terlihat antusias dalam menyambut pemira.

Di Pondok putra serangkaian pemira diawali dengan debat kandidat calon ketua OSIS dan OSIM pada 14/10/19. Para peserta yang terdiri dari Adnan fauzan Suyono, Faruq Hamdana, Izzudin Ali Fahmi berdebat dengan memaparkan visi-misinya untuk kemajuan OSIS Dafi. Galih Pramudito-Santri kelas 8A, berpendapat debat kandidat itu terlihat seru dan menegangkan. “Panelis debatnya tegas dan galak jadi debat berlangsung seru” ungkap Dito.

Tidak kalah seru, para calon ketua OSIM terlihat sangat serius dalam mempersiapkan materi debat. Pengalaman berorganisasi, saran dari pengurus OSIM lama, dan saran dari ustaz menjadi modal mereka dalam menyusun visi-misi. Alhasil Abdul Fatah Merciandi, Hafidz Hafian, dan Sultan Syahputra berhasil memikat audiens debat.

Tampak kegembiraan Pemira di Dafi

Acara debat calon ketua OSIS dan OSIM berlanjut dengan serangkaian pemilihan langsung ketua OSIS dan OSIM periode 2019/2020 pada 16/10/2019. Pemilihan itu dilangsungkan secara langsung dan serentak dihalaman gedung A dengan memanfaatkan teknologi komputer. Menurut Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Andy Setiawan, SP.d hal itu dilakukan untuk mempermudah proses pemilihan ketua osis. “Kita bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya jika kita mengunakan laptop untuk pemira” ungkap Ustaz Andy.

Debat Kandidiat di Pondok Putri

Di sisi lain, Pemira di pondok putri juga berlangsung meriah. Calon Ketua OSIS yang terdiri dari Ira (8C), Nabila (8E), dan Maheswari (8C) juga ingin meningkatkan kualitas kinerja OSIS. Mereka bertiga bersaing untuk mendapatkan simpati dari warga santri putri dalam agenda debat kandidat. Para calon ketua OSIM putri yaitu Husna (11 PK), Hanin (11 PK), dan Najla (11 IPA) bersaing secara sehat dalam debat kandidat yang berlangsung di hari yang sama dengan debat kandidat pondok putra.

Fian Tinalah-Waka kesiswaan putri, mengungkapkan pemira adalah ajang santri dafi untuk belajar demokrasi. “Kita dididik untuk bisa bersaing, berdebat, dan memilih pemimpin secara baik dan islami”. “Mudah-Mudahan pemira kali ini akan menghasilkan pemimpin OSIS dan OSIM yang kuat, cerdas, dan amanah” tutup Fian. (Al Iklas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here