Awali Tahun 2020 dengan Workshop Gerakan Dafi Menulis

0
59
Foto. KH Saiful Arifin memberikan materi kiat-kiat menulis

 

Ada budaya unik yang selama ini Dafi kembangkan. Dafi mengembangkan budaya memanfaatkan setap momentum untuk selalu produktif menciptakan kemajuan dan inovasi. Dalam rangka itulah Rabu 1 januari 2020 para pimpinan dan dewan guru Dafi mengadakan workshop menulis dengan tajuk “Gerakan Dafi Menulis 2020 untuk Lompatan Kemajuan” di gedung A Dafi Anggaswangi.

Acara Workshop itu diisi oleh dua orang narasumber handal yakni KH Saiful Arifin, S.S, MP.d. dan Dr. Shobikhul Qisom, MP.d. Dalam pemaparanya KH Syaiful Arifin menjelaskan kiat-kiat menulis dan problem apa saja yang dihadapi penulis.

“Dalam proses penulisan buku, jangan terpaku hanya dengan satu bab. Jika ada salah satu bab yang dinilai berat, tinggalkan dahulu dan kerjakan bab yang bisa ditulis. Intinya jangan sampai berhenti dan macet dalam menulis” terang Sekertaris Majelis Kyai Dafi tersebut.

Foto. KH Saiful Arifin memberikan materi kiat-kiat menulis

Agar gerakan Dafi menulis berhasil Dr. Sobikhul Khisom, M.Pd membagi peserta workshop dalam 4 grup yaitu grup buku keislaman, grup buku kepengasuhan, grup buku pedoman bahasa Arab dan Inggris, dan grup buku pedoman tahfizh. Setiap grup bertugas memilih ketua grup, membuat outline buku, deadline draft tulisan, dan rancangan judul buku. “Saya harap hasil dari workshop hari ini bisa menjadi amal ibadah kita dan bisa membuat Dafi semakin maju” ungkap Ustaz Sobikh.

Ustaz Lutfhi Abdi selaku ketua grup buku keislaman merasa gembira dengan acara ini. Ia mengungkapkan rencananya untuk membuat buku pedoman fikih ibadah santri Dafi hanya dalam 3 bulan. “Saya merasa senang dengan gerakan Dafi menulis 2020 ini karena saya merasa tertantang untuk menulis bab fiqih. Sebelumnya saya lebih suka menulis hal-hal yang berkaitan dengan nahwu atau shorof” ungkap Ustaz Lutfi.

Optimisme juga terlihat di pancaran mata Ustaz Nur Kholis selaku ketua grup buku kepengasuhan. “Saya harap buku kami akan menjadi pedoman dalam mengasuh santri generasi Z yang sudah mengenal teknologi sejak lahir, sehingga karakter yang kuat, mandiri, dan islami bisa terbentuk dengan baik. Mudah-mudahan buku kami bisa menjadi rujukan yang bermanfaat bagi guru, santri, dan orang tua santri” pungkas Ustaz Kholis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here